Pagi tadi jemuranku jatuh. Tujuh pakaian yang baru saja aku ambil dari mesin cuci dan ku gantung di atas bilah kayu yang ku buat sendiri. Ternyata kayu itu sudah rapuh tanpa ku sadari.
Aku menangis. Beberapa orang lewat hanya melihatku. Beberapa diantaranya bertanya dan mengasihani.
Setelah ku ambil semua pakaian yg terkena tanah, kubawa untukku cuci kembali.
Begitulah hidup ini. Kadang kita jatuh, sakit, terkena masalah. Mengalami ujian, bangkit lalu diuji lagi.
Mungkin ada orang lain yg peduli tapi tak jarang hanya melihat lalu pergi. Kita diharuskan bangkit sendiri. Membereskan setiap masalah sembari menyeka air mata. Mengalami berbagai macam hal silih berganti. Lalu menyemangati diri sembari berucap, semua akan baik-baik saja.
Jika esok kita lihat cucian kita menumpuk lagi, maka cuci lah lagi. Sama dengan hidup ini. Tak ada kehidupan dunia yang enak-enak saja. Karena jika dunia ini hanya berisi nikmat maka surga tiada artinya. Semua manusia pasti akan memilih untuk tetap di dunia untuk hidup selamanya.
0 komentar