Mata anak itu berkaca - kaca, menahan tangis sembari bersandar pada tembok tempat mengaji nya. Dan ibu nya meski menemani tapi tak berhenti menggerutu karena khawatir pada bayi nya di rumah.
Aku tak mengenal mereka. Tak berani berkomentar atau menegur salah satunya. Hanya berkaca pada diri sendiri, pernah kah begitu kepada gadis-gadis kecil ku?!
Anak yang tengah menahan tangis itu usianya sekitar 3 tahun. Sedikit lebih besar dari Khadijah ku. Ia berusaha merengek pada ibu nya untuk ditemani mengaji sore. Mungkin ia sedikit ingin bermanja-manja, atau mungkin juga ada rasa cemburu pada bayi kecil yang kini jadi adik nya.
Sayangnya sang ibu terburu-buru meminta anak berusia 3 tahun itu memahami keadaan orang dewasa. Dan lupa bahwa ia masih lah anak-anak yang butuh dicintai, dan dimaklumi.
Catatan untuk diri sendiri bahwa kita tak bisa menganggap anak-anak menjadi dewasa karena ia telah menjadi seorang kakak. Bahkan, mereka butuh diberikan pemahaman ekstra kenapa ibu nya mesti berbagi waktu dan perhatian kepada bayi kecil yang baru hadir.
0 komentar